Thursday, February 11, 2016

Hariku Kini Tiada Kasih

Belajarlah
Tiada hari tanpa kasih
Selalu berlapang dada dan mengalah
Hidup ceria bebas leluasa
Tidak ada yang tidak bisa diikhlaskan
Tidak ada sakit hati yang tidak bisa dimaafkan
Tidak ada dendam yang tidak bisa terhapus

Jalani hidup ini dengan segala sifat positif yang kita miliki
Jika hati sejernih air jangan biarkan ia keruh
Jika hati seputih awan jangan biarkan ia mendung
Jika hati seindah bulan hiasi dengan kasih sayang

Ingalah pepatah yang mengatakan:
Jika kamu tidak memiliki yang kamu sukai maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini

Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif
Rumah mewah bagai istana harta benda yang tidak terhitung kedudukan dan jabatan yang luar biasa namun Ketika nafas terakhir tiba sebatang jarum pun tidak bisa di bawa pergi Sehelai benang pun tidak bisa di miliki
Apalagi yang mau diperebuntukan
Apalagi yang mau disombongkan
Maka jalanilah hidup ini dengan hati nurani
Jangan terlalu perhitungan dan jangan hanya mau menang sendiri
Jangan suka menyakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa terhadap kita


Wednesday, February 10, 2016

Menabung Segenap Rindu Dalam Pundi Khayalku



Andai saja kau kini mau mendengarku
pasti banyak cerita yang kualirkan
seperti sisa hujan yang menetes dari lubang-lubang
sejenak aku menabung segenap rindu dalam pundi khayalku

ahh
akankah memory dulu terulang lagi
sementara celoteh luar yang lebih kau dengar
daripada isak tangisku suara hatiku
apakah sebuah kata maaf teramat mahal harganya
ataukah suatu penurunan sebuah harga diri

Dalam luahan remang cahaya rembulan
takkan lekang semua yang pernah ada
kan ku simpan dalam diary abadiku
disini di gumpalan kepingan kerinduanku


Tuesday, February 9, 2016

Ingatkah Kau, Aku Dan Dia

Semoga tak lekang dalam benakmu
walau dalam ribuan detik telah berlalu

Ingatkah kau aku dan dia
dulu seperti biasa kita tak perduli waktu
dimanakah malam ataukah siang
kita bercanda dan bercerita
menghabiskannya pulsa
yang tak tau besok masih bisa membeli
malah semakin asyik
ketika diiringi dengan petikan gitar
pasti rekah seulas senyum dari bibir diantara kita
bernyanyi bersama dengan tembang yang menjiwai

Dengarlah aku tak bersorak
ketika bulir bening di mataku beriak
atau menggoyang kaki mengetuk ujung sepatuku
menggumam sebait lagu
meredam isak yang memekak nurani

Semoga kau tak lelah mengekang mata dan hatimu
jangan menyerah menilai sebuah kebersamaan’ semampu biji mata
dan jangan menghitung benar
atau salah orang memandang kita
cukup waktu saja yang membaca dan menghapusnya

Sendokku perlahan mengaduk pekat malam menjadi kopi yang sering kita jadikan suguhan
sejumput perasan tebu kutabur kedalamnya
hingga uapnya yang beraroma menyisih buih kebibir cangkir

Diberanda maya ini pernah tercipta kisah persaudaaran
sambil membayangkan wajah kalian memantul diremang-remang di sinar lampu
kuhirup kopiku perlahan-lahan